Sejak manusia mempunyai peradaban dan budaya, istilah cinta langsung menyeruak dalam tatanan kehidupan setiap orang. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, istilah ini mengalami penyempitan makna. Hakikat cinta sudah menyempit menjadi ketertarikan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda. Sejatinya, hakikat cinta adalah awal dan akhir dari kehidupan. Cinta seorang manusia yang sejati hanyalah cinta kepada Allah SWT. Walaupun sarana untuk itu adalah dengan mencintai makhlukNya yang lain, seperti sesama manusia, hewan, tumbuhan, alam dan sebagainya. Dunia ini tercipta berkat cinta dari sang Khalik. Dunia inipun musnah berkat cintaNya. Hanya saja hampir semua orang selalu memandang setiap kemusnahan atau kehancuran sebagai azab yang diturunkan oleh Allah kepada makhlukNya. Bila ada seseorang yang meninggal dunia dalam usia muda, orang selalu menyangka itu adalah musibah yang tidak seharusnya terjadi. Padahal sebaliknya. Itu adalah tanda cinta Allah kepadanya. Karena cintaNya Allah k...
Comments
Post a Comment