Ingin Merdeka?

Siapa bilang kita sudah merdeka? Itu hanyalah angan-angan semu yang tidak akan pernah bisa tercapai. Dulu akupun menyangka seperti itu. Tapi seiring berjalannya waktu aku makin sadar dan mengerti bahwasanya sejatinya kita tidak pernah benar-benar merdeka. Kita selalu akan menjadi budak. Hamba sahaya yang patuh tanpa syarat kepada tuannya.

Yang membedakan kita satu dengan lainnya adalah...siapakah tuan kita? Ada yang menjadikan uang sebagai tuannya. Ada yang menjadikan kekuasaan sebagai tuannya. Ada yang menjadikan hasratnya sebagai tuannya. Ada yang menjadikan orang banyak sebagai tuannya. Namun itu semua akan sirna pada akhirnya. Habis termakan oleh usia. Yang mana sudah menjadi takdirnya akan binasa. Selain itu, semua itu tidak akan pernah bisa mendatangkan bahagia dan ketenangan. Kita akan selalu diburu untuk melayani mereka, tanpa mereka memberi kita imbalan yang pantas, bahkan cenderung kita jadi nombok.

Dari semua tuan-tuan yang kita layani sebenarnya ada satu tuan, dan hanya satu itulah, yang tidak bisa termakan usia. Yang semua janjinya selalu ditepati. Yang imbalannya kepada pelayanan kita jauh melebihi mutu pelayanan itu sendiri. Yang begitu perhatian dan royal kepada kita dalam memberi imbalan. Yang sangat sayang dan kasih kepada kita. Namun hanya sedikit dari kita yang mencarinya. Dialah Tuan yang Rahman dan Rahim. Dialah Tuan yang Malik dan Quddus. Sialah Tuan yang Aziz, yang Jabbar dan yang Mutakabbir. Dialah yang telah menciptakan jagat raya ini beserta seluruh isinya untuk kita jadikan sarana untuk melayaniNya. Dialah Allah 'Azza wa Jalla.
Bersama Dialah kita akan bisa benar-benar merdeka dari perbudakan yang tak berperikemanusiaan. Dialah Sumber segala ketenangan jiwa. Dialah jalan kita menuju kehidupan yang bahagia selamanya.

Wahai kawanku bangunlah. Mulailah datangi Tuanmu itu. Jadikan Dia sebagai tujuanmu untuk mengabdi. Tak usah kau risau jika banyak yang mencibirmu. Tak usah kau gusar jika banyak yang mencacimu. Karena sesungguhnya semua itu bisa menjadi ladang pahalamu. Jika kau bisa bersabar dan berserah diri. Hanya Dialah yang akan menolongmu di kala engkau menemui kesulitan hidup. Hanya Dialah yang bisa menghiburmu di kala engkau bersedih hati.

Comments

Popular posts from this blog

Harga

KATA-KATA BIJAKKU YANG PERTAMA

Hakikat Cinta